Arsip Penulis: admin

Ini Dia Gejala Penyakit Blas Pada Padi

Waspadai Blas pada Tanaman Padi - Info Aktual - Badan Litbang Pertanian
Gejala penyakit blas pada tanaman padi (Foto: new.litbangpertanian.go.id)

Penyakit blas merupakan penyakit penting yang sering menyerang tanaman padi dan bisa menyebabkan kerusakan tanaman yang serius bahkan gagal panen.  Penyakit Blas ini pada awalnya  berkembang di pertanaman padi gogo, tetapi pada saat ini sudah menyebar dan berkembang pada pertanaman padi di lahan sawah irigasi.  Sehingga eksisitensi penyakit blas ini perlu untuk kita waspadai. 

Penyakit blas pada tanaman padi disebabkan oleh jamur pathogen Pyricularia  grisea. Jamur pathogen Pyricularia grisea dapat menginfeksi pada semua fase pertumbuhan tanaman padi mulai dari persemaian sampai menjelang panen.

Pada fase bibit dan pertumbuhan vegetatif,  jamur pathogen Pyricularia grisea menginfeksi bagian daun  yang disebut sebagai blas daun.  Sedangkan pada fase pertumbuhan generatif, gejala penyakit blas berkembang pada tangkai / leher malai sehingga disebut blas leher. Sehingga penyakit blas pada padi ini ada dua gejala yang khas yaitu Blas daun dan Blas Leher.

Lanjutkan membaca

Strategi Pengendalian Penyakit Blas Pada Padi

Hasil gambar untuk penyakit blas pada padi
Gejala serangan penyakit blas pada daun dan leher malai (Foto : BBPadi)

Penyakit blas pada tanaman padi merupakan penyakit yang penting karena serangannya yang sangat merugikan bahkan dapat menggagalkan panen.  Apalagi pada pertanaman padi di musim tanam April-September dimana curah hujan tinggi dan kelembaban serta suhu udara yang sangat mendukung bagi berkembangnya jamur pathogen Pyricularia grisea penyebab penyakit blas.  Oleh karena penyakit blas ini harus dikendalikan dengan baik agar tidak merugikan bagi petani. 

Lanjutkan membaca

Teknologi Pengendalian Penyakit Blas

Hasil gambar untuk penyakit blas pada padi
Gejala penyakit blas pada daun dan malai padi (Foto : BBPadi)

Penyakit Blas atau sering disebut Blas merupakan penyakit yang penting pada padi karena daya rusaknya yang tinggi serta dapat menggagalkan panen.  Pada awalnya penyakit blas menyerang pada padi gogo, tetapi kemudian berkembang dan menjadi ancaman serius pada padi yang ditanam pada lahan beririgasi teknis bahkan juga pada lahan pasang surut diluar pulau Jawa.   

Penyakit blas disebabkan oleh jamur pathogen Pyricularia  grisea. Jamur pathogen ini mempunyai banyak ras dan mempunyai kemampuan membentuk ras baru dengan cepat. Jamur  pathogen ini dapat menginfeksi pada semua fase pertumbuhan tanaman padi mulai dari persemaian sampai menjelang panen.

Lanjutkan membaca

Penggerek Batang Padi dan Pengendaliannya

Kupu-kupu dewasa (imago) dan penggerek batang padi

Hama penggerek batang padi (stem borrer) merupakan salah satu utama yang penting yang  menyerang tanaman padi di sentra –sentra padi di Indonesia. Selain tikus dan wereng coklat, hama penggerek batang menjadi hama tanaman padi yang perlu mendapat perhatian serius karena daya rusaknya yang tinggi dan sebarannya yang luas.  Hama penggerek batang padi ini  beberapa tahun terakhir pernah menjadi hama tanaman padi paling merusak di Indonesia.

Menurut Bali Besar Penelitian Tanaman Padi (BBPADI), Badan Litbang Kementrian Pertanian RI, penggerek batang padi  dapat menyerang semua stadium pertumbuhan tanaman padi.  Serangan pada stadium vegetative menyebabkan kematian anakan (tiller) muda yang disebut dengan nama “sundep” (deadhearts).  Serangan penggerek batang padi pada stadium generative menyebabkan malai tampak berwarna putih dan hampa yang biasanya disebut dengan nama “beluk” (whiteheads).  Kerugian hasil yang disebabkan setiap persen gejala beluk berkisar antara 1 – 3 % atau rata-rata 1,2 %.

Baca selanjutnya

Waspadai Ancaman Serangan Wereng Coklat

Hama wereng batang coklat sangat merugikan bagi petani padi (pertanian.go.id)

Wereng coklat merupakan hama pada tanaman padi yang penting dan mempunyai daya rusak yang tinggi sehingga sangat merugikan bagi petani padi.  Wereng coklat menyerang batang tanaman padi sehingga biasanya disebut juga sebagai wereng batang coklat (WBC).  Wereng batang coklat Nilaparvata lugens ini menyerang tanaman padi dengan menghisap cairan pada batang tanaman, berkembang biak dengan sangat cepat, dan cepat menemukan habitat barunya serta mudah beradaptasi dengan membentuk biotipe baru. 

Wereng batang coklat ini juga menularkan penyakit (vector) penyakit virus kerdil rumput (VKR) dan virus kerdil hampa (VKH).  Pada saat fase vegetative virus kerdil hampa  (VKH) menyebabkan daun rombeng, tercabik, koyak atau bergerigi, terkadang berwarna putih, tumbuh kerdil dengan tinggi 23,8 – 66,9 %; tertekan, keluar malai diperpanjang waktunya sampai 10 hari. Saat keluar malai tidak normal (tidak keluar penuh) daun bendera terjadi distorsi.  Saat pematangan buah tidak mengisi dan menjadi hampa (BPTP Jabar).

Baca selengkapnya

Beberapa Hama Potensial Yang Menyerang Tanaman Padi

Tikus sawah salah satu hama potensial yang menyerang tanaman padi (ilmubudidaya.com)

Hama tanaman padi menjadi ancaman yang serius bagi tanaman padi.  Ancaman serangan hama tanaman padi ini bisa menyebabkan menurunnya produksi dan produktivitas tanaman padi bahkan secara ekstrem dapat menggagalkan panen.  Oleh karena itu ancaman serangan hama tanaman padi ini harus kita perhatikan secara serius pula supaya tidak berakibat yang merugikan bagi petani.

Tikus dan wereng adalah dua jenis hama yang sering kita dengar menjadi ancaman para petani padi di beberapa daerah.  Hama – hama lainnya yang berpotensi merugikan tanaman padi petani antara lain hama penggerek batang, walang sangit, kepik, dan bahkan termasuk burung dan keong mas bisa juga menjadi ancaman yang potensial bagi petani padi.

Baca selengkapnya

Waspadai Serangan Penyakit Tanaman Padi

Padi merupakan tanaman yang rentan dari serangan berbagai macam penyakit yang dapat menggangu pertumbuhannya dan menurunkan hasil panen

Padi merupakan tanaman utama para petani di Indonesia, padi ditanam hampir sepanjang tahun walaupun kadang-kadang ada pergiliran tanaman dengan tanaman palawija (jagung, kedelai atau kacang tanah).  Padi ditanam pada lahan – lahan sawah yang beririgasi baik, pada lahan pasang surut, rawa lebak maupun lahan kering tadah hujan.  Namun selama pertumbuhannya dilapangan pertanaman padi menghadapi serangan berbagai jenis penyakit tanaman padi, para ahli pertanian sejak dulu sudah melakukan inventarisasi dan identifikasi berbagai jenis serangan penyakit tanaman padi ini sejak mulai dari persemaian sampai panen. 

Berbagai jenis penyakit tanaman padi yang biasanya menyerang atau menginfeksi pertanaman padi di lapangan antara lain penyakit hawar daun bakteri, penyakit busuk batang, penyakit tungro, penyakit bercak daun cercospora, penyakit bercak daun helmintosporium, penyakit busuk pelepah, penyakit layu fusarium dan penyakit blas.

Baca selengkapnya

Hama Penyakit Tanaman dan Organisme Penggangu Tanaman

Contoh tanaman padi dengan gejala serangan penyakit (sumber : BBPAD Kementrian Pertanian RI)

Hama penyakit tanaman atau organisme penggangu tumbuhan ? Pertanyaan ini seringkali kita temui diantara para praktisi pertanian termasuk petani di lapangan. Pertanyaan tentang hama penyakit tanaman dan organism penggangu tumbuhan ini wajar karena tidak semua orang bahkan praktisi pertanian sekalipun ada yang masih belum memahami mengenai peristilahan ini secara memadai.

Hama dan penyakit tanaman muncul sejak awal, bahkan mungkin saja sejak tumbuhan itu ada. Sejak dulu manusia sudah memahami bahwa tanaman yang mereka tanam selalu mengalami gangguan secara alamiah yang bersifat menghambat, merusak, menghancurkan / mematikan dan atau bahkan menggagalkan panen.  Gangguan secara alamiah terhadap tanaman ini yang kemudian didefinsikan sebagai hama dan penyakit tanaman (selanjutnya biasanya disebut sebagai HPT).

Baca selengkapnya

Sekilas Tentang Hama dan Penyakit Tanaman

sumber : belajartani.com

Seperti yang kita ketahui tanaman pangan merupakan bahan makanan bagi kebutuhan manusia.  Pangan merupakan kebutuhan pokok bagi manusia.  Manusia mencukupi kebutuhan pokok akan pangannya pada mulanya dengan cara berburu dan meramu yaitu mengumpulkan bahan makanan dari sekitarnya.  Hutan dan sekitarnya menjadi sumber untuk mencari bahan makanan baik itu daging / protein hewani dari bintang maupun karbohidrat seperti umbi-umbian yang hidup  dan tumbuh di dalam hutan. 

Baca selengkapnya